
Oleh: dr. Andreas Christian W, Sp. PK, M.Si, Med
Saat ini seluruh penduduk dunia sedang dihebohkan virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan pandemi di banyak negara. Virus covid-19 ini menyebar dengan sangat cepat melalui droplet dan menyebabkan infeksi saluran pernafasan yang ditandai dengan demam >38 oC, batuk, pilek, sesak nafas dengan berbagai tingkat keparahan dari yang ringan hingga berat bahkan menyebabkan kematian.
Berbagai upaya dilakukan untuk mendeteksi infeksi covid-19 dengan tujuan untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat sejak awal, mencegah dan memutus mata rantai penularan virus covid-19 ini. Ada 2 jenis pemeriksaan laborat untuk mendeteksi virus covid 19 yaitu pemeriksaan rapid test dan PCR (Polimerase Chain Reaction).
Rapid test digunakan untuk skrining awal. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sampel darah kapiler, serum ataupun plasma. Tes ini mendeteksi adanya antibodi (imunoglobulin) baik IgM maupun IgG. Hasil rapid test ini adalah Reaktif dan Non Reaktif. Hasil pemeriksaan Non Reaktif harus diulang 10 hari lagi, sedangkan jika hasil pemeriksaan yang Reaktif, maka harus dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Hasil yang Reaktif tidak berarti seseorang pasti positif covid-19, karena hasil reaktif dapat pula disebabkan oleh reaksi silang antibodi dengan berbagai virus lain yang akan menyebabkan hasil positif palsu.
Tes PCR saat ini merupakan satu-satunya cara untuk menegakkan diagnosis pasti infeksi covid-19. Sampel PCR didapatkan dari usapan (swab) hidung dan tenggorok serta menggunakan media transpor virus yang khusus. Pemeriksaan ini mendeteksi materi genetik dari virus covid-19, sehingga bila ditemukan dalam sampel yang diperiksa, maka dapat dipastikan seseorang terinfeksi covid-19.
Upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan memutus rantai penularan covid-19 adalah dengan melaksanakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), physical distancing, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, asupan gizi yang baik, rajin berolah raga dan istirahat yang cukup.
Dibutuhkan kerjasama semua lapisan masyarakat untuk mendukung program yang telah dicanangkan pemerintah. Infeksi covid-19 bukanlah suatu aib yang menjadi alasan untuk mengucilkan para penderitanya, sebaliknya dukungan dan perhatian kita pada penderita covid-19 sangat diperlukan dalam proses pemulihan mereka.

