Pernah nyeri pinggang? Pastinya pernah, terutama pada usia lebih dari 50 tahun (bisa lebih awal jika lifestyle buruk). Faktanya nyeri pinggang dialami hampir semua orang paling sekali seumur hidup dan merupakan salah satu penyebab disabilitas fisik (penurunan performa) yang umum terjadi, untuk penyembuhannya bisa dibutuhkan rehabilitasi yang lama dibantu dengan obat-obatan, bahkan hingga operasi.

Penyebab nyeri pinggang ada yang spesifik (10%) dan ada yang non spesifik (90%). Contoh penyebab spesifik ada desakan dari bantalan sendi (discus) atau bahkan tumor/kanker, fraktur (patah tulang), nyeri dari organ dalam (paru, pankreas, ginjal, aneurisma aorta). Sedangkan penyebab non spesifik adalah kegiatan fisik berat dimana otot tulang punggung lemah, kurangnya aktivitas harian, merokok, obesitas.

Hernia Nucleus Pulposus adalah penonjolan dari discus intervertebralis (bantalan sendi tulang belakang – baik di leher, punggung, pinggang) dimana bantalan sendi tersebut akan menjepit saraf yang lewat di tulang belakang dimana keluhannya dapat berupa gangguan sensorik (nyeri leher punggung pinggang, kesemutan atau panas dingin menjalar, bahkan hingga baal atau tidak terasa), gangguan motorik (kelemahan baik satu atau kedua sisi dimana otot mengecil) serta gangguan otonom (gangguan buang air kecil dan besar karena gangguan otot pengatur BAK dan BAB).

Pada pasien saraf kejepit ini, apabila ada kelemahan dan otot mengecil atau gangguan BAK/BAB, atau pada pasien dimana keluhan dirasa menetap dengan obat, atau memberat, terapi yang tepat dapat melalui operasi untuk pembebasan cepitan. Terapi ini juga diperlengkapi dengan fisioterapi dan pemberian obat yang tepat sehingga akan dapat meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Untuk persiapan operasinya sendiri akan membutuhkan pemeriksaan MRI/CT/Rontgen tulang belakang, pemeriksaan Laboratorium Darah, sebagai penunjang tindakan operasi yang superior.

Terkadang ada pasien yang berpikir karena sudah lanjut usia, jadi merasa tidak perlu operasi. Perlu digaris bawahi bahwa bukan usia yang menjadi kendala, namun kualitas hidup pasien sebelum sakit HNP ini yang perlu diperhatikan. Apabila pasien memang tidak bisa aktivitas apapun, sebaiknya tidak dioperasi. Namun apabila pasien masih sering beraktivitas harian dan berupaya mandiri, sebaiknya dilakukan operasi. Dengan harapan tindakan operasi akan dapat membawa kebaikan untuk kondisi pasien.

Ada juga pasien yang berpendapat bahwa nanti kesempatan sembuhnya hanya 50-50. Mengutip pernyataan Prof. Evandro de Oliveira, sebagai salah satu bedah saraf terkemuka di dunia : “When is surgery became a superior option? When done in superior way”. Tindakan operasi itu akan superior hasilnya dibandingkan dengan pengobatan apabila dilakukan dengan superior.