Apakah Influenza Tipe A Berbahaya?
Influenza atau flu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan terdiri dari berbagai tipe, salah satunya influenza A. Influenza A adalah tipe influenza yang disebabkan oleh virus influenza A dan sangat mudah menular melalui droplet, yaitu cairan dan lendir yang mengandung virus dan berasal dari saluran pernapasan, ketika seseorang yang telah terinfeksi bersin, batuk, atau berbicara.
Virus influenza memiliki banyak varian, dan keluhannya pun mirip satu sama lain. Meski begitu, gejala influenza A pada beberapa orang yang berisiko cenderung lebih berat. Lantas, apakah influenza A berbahaya, dan apakah bisa sembuh sendiri?
Apa Itu Influenza Tipe A?
Influenza A adalah salah satu jenis penyakit akibat infeksi virus yang dapat memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Penularan virus influenza A bisa terjadi dengan mudah lewat percikan air liur ketika orang yang terinfeksi berbicara, bersin, atau batuk.
Virus influenza A memiliki berbagai subtipe yang dibedakan berdasarkan dua protein yang terdapat di permukaannya, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (NA). Namun, secara umum beberapa jenis yang paling sering ditemukan adalah:
- A (H1N1). Salah satu subtipe influenza A yang dapat menyebabkan “infeksi musiman” pada manusia.
- A (H3N2). Juga dikenal sebagai superflu, subtipe influenza A ini juga sering menyebabkan “flu musiman” pada manusia. Pada sebagian pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk yang mengalami kelemahan sistem imun, infeksi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
- A (H5N1). Subtipe influenza A ini umumnya menginfeksi unggas, tetapi pada kasus yang jarang juga dapat menular ke manusia, yaitu avian influenza atau flu burung.
Penyebaran influenza A cenderung lebih sulit dikendalikan selain karena proses penularannya yang cukup mudah, yaitu melalui penyebaran droplet, juga karena adanya antigenic shift dan antigenic drift. Kedua mekanisme ini diketahui meningkatkan risiko terjadinya mutasi pada virus influenza A. Mutasi selanjutnya dapat memunculkan varian baru dengan karakteristik yang bisa berbeda dengan varian sebelumnya.
Pada sebagian kasus, influenza A berpotensi menjadi kondisi yang berbahaya dan membutuhkan penanganan intensif karena berisiko menimbulkan komplikasi lanjutan, seperti pneumonia hingga penyebaran infeksi ke seluruh tubuh (sepsis). Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa risiko komplikasi lanjutan tersebut umumnya lebih mungkin terjadi terutama pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti:
- Lanjut usia atau yang berusia di atas 65 tahun.
- Sedang hamil.
- Anak-anak di bawah 5 tahun.
- Memiliki penyakit kronis, misalnya penyakit jantung, penyakit paru, diabetes, riwayat stroke, atau kelemahan sistem imun.
- Obesitas dengan indeks massa tubuh (IMT) 40 atau lebih.
Sementara itu, pada pasien dengan kondisi sistem imun yang lebih kuat, influenza A cenderung akan menimbulkan gejala ringan dan tidak berbahaya serta dapat membaik dalam beberapa hari dengan penanganan yang tepat.
Penyebab Influenza A
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus influenza A. Namun, yang paling umum ditemukan menginfeksi manusia dan memunculkan keluhan dan gejala adalah jenis virus influenza A(H1N1) dan A(H3N2). Sementara itu, untuk virus influenza A(H5N1) atau yang juga dikenal dengan istilah flu burung, penularannya akan terjadi melalui kontak dengan unggas yang terinfeksi atau dari manusia yang telah terinfeksi virus tersebut.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus influenza A adalah sebagai berikut:
- Kontak langsung dengan penderita influenza atau flu.
- Kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi.
- Berada di area yang ramai atau tertutup dalam jangka waktu yang lama.
- Sering terpapar penderita influenza, misalnya saat bekerja di lingkungan rumah sakit.
- Tidak mendapatkan vaksin influenza.
Gejala Influenza A
Influenza A dapat ditandai dengan gejala yang memengaruhi saluran pernapasan dan kondisi tubuh secara keseluruhan yang muncul secara tiba-tiba, seperti:
- Batuk.
- Pilek.
- Sakit kepala.
- Kelelahan.
- Sakit tenggorokan.
- Demam tinggi.
- Nyeri otot dan sendi yang parah.
- Mual, muntah, atau diare, pada kasus tertentu.
Diagnosis Influenza A
Dalam menegakkan diagnosis influenza A, dokter memulai dengan tanya jawab medis (anamnesis) mengenai gejala, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat bepergian ke daerah endemik sebelumnya. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada pasien.
Untuk memastikan penyebab keluhan, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
- Tes swab hidung atau nasofaring.
- Tes antigen cepat.
- Pemeriksaan molekuler, termasuk RT-PCR.
- Pemeriksaan darah rutin.
- Rontgen, jika diperlukan, terutama jika pasien datang dengan kondisi sesak napas.
Apakah Influenza A Bisa Sembuh Sendiri?
Ya, gejala influenza A umumnya bisa membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar seminggu. Namun, gejala batuk bisa saja berlangsung lebih lama, bahkan hingga dua minggu. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda atau keluarga termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, memiliki gejala yang menetap dan bertambah berat, atau disertai dengan gejala lain yang menandakan perburukan kondisi, yaitu:
- Sesak napas.
- Napas cepat
- Nyeri dada
- Demam tinggi yang tidak terkendali.
- Pusing berat.
- Kebingungan yang tidak jelas.
- Rasa kantuk yang mendalam (somnolen).
- Kejang.
- Sangat lemas.
- Muntah dengan tanda dehidrasi
Pengobatan Influenza A
Penanganan influenza A dapat bervariasi tergantung pada gejala, tingkat keparahan, dan faktor risiko masing-masing pasien. Pada pasien dengan kasus yang ringan, perawatan di rumah sebagai berikut bisa menjadi pilihan:
- Istirahat yang cukup.
- Minum air hangat.
- Pola makan bergizi seimbang.
- Kelolademam dan nyeri, bisa dengan obat ibuprofen.
- Gunakan kompres untuk demam, jika dibutuhkan.
Namun, jika kondisi pasien lebih berat, dokter dapat meresepkan obat antivirus, seperti oseltamivir, zanamivir, peramivir, dan baloxavir, untuk mengatasi infeksi virus penyebab influenza A. Jenis obat, dosis, dan penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan penilaian dokter.
Cara Mencegah Influenza A
Meski influenza A merupakan infeksi virus yang dapat menyebar dengan mudah, bukan berarti kondisi ini tidak dapat dicegah. Guna mengurangi risiko terkena influenza A, beberapa langkah pencegahan berikut dapat dicoba:
- Menghindari kontak langsung dengan penderita influenza.
- Menjaga kebersihan diri, salah satunya dengan mencuci tangan sebelum makan, setelah menyentuh barang, atau setelah berpergian dari luar rumah.
- Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
- Tidak berbagi barang pribadi seperti peralatan makan dan minum.
- Menjaga kualitas udara, seperti dengan memastikan ventilasi ruangan atau menggunakan air purifier.
- Mengenakan masker jika berada di luar rumah atau jika merasa kurang enak badan.
- Mendapatkan vaksin flu.

