Varian Omicron merupakan mutasi dari varian Corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Hingga kini sudah banyak negara yang mendeteksi varian yang masuk kategori ‘variant of concern’ tersebut.
Ciri-ciri gejala varian Omicron diketahui sedikit berbeda dari varian sebelumnya. Meski demikian, beberapa ahli menyebut gejala varian Omicron lebih ringan. Gejala Omicron sangat mirip dengan gejala pilek atau flu.
Ciri-ciri gejala varian Omicron :
- Sakit kepala
- Nyeri tubuh
- Tenggorokan gatal
Gejala umum varian Omicron yang terdeteksi sejauh ini :
- Batuk kering dan tenggorokan gatal (89%)
- Letih (65%)
- Hidung tersumbat (59%)
- Demam (38%)
- Mual (22%)
- Napas pendek atau kesulitan bernapas (16%)
- Diare (11%)
WHO mengatakan pencegahan yang terbaik adalah pakai masker, menjaga jarak, dan kalau di ruang tertutup perhatikan ventilasi ruangan, hindari kerumunan, dan lakukan pelacakan kontak yang lebih ketat.
Selain itu langkah efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 varian Omicron adalah dengan :
- Menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain
- Memakai masker yang pas
- Membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi
- Hindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai
- Menjaga tangan tetap bersih
- Mendapatkan vaksin segera

