Dr. Yuliana Wara

Oleh: Dr. Yuliana Wara

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditakuti wanita, walaupun dapat juga terjadi pada pria (sangat jarang). Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Berita baiknya, pengobatan kanker payudara yang ditemukan pada stadium awal dengan operasi dan kemoterapi dan/atau radioterapi memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi (85% pada stadium I) dibandingkan saat ditemukan pada stadium lanjut (15% pada stadium IV).

Bagaimana cara mengenali kanker payudara sedini mungkin? Lakukan SADARI (periksa payudara sendiri) secara rutin dan waspada bila menemukan benjolan di payudara walaupun kecil, tidak nyeri, dan tidak disertai keluhan lain. Kewaspadaan semakin ditingkatkan bila benjolan teraba keras/lebih keras dari daerah sekitarnya, tidak bergeser saat ditekan, disertai perubahan bentuk/ukuran payudara, puting tertarik ke dalam/mengeluarkan cairan disertai darah, terdapat bintik merah di sekitar puting seperti eksim, atau disertai penebalan kulit payudara.

Semua benjolan di payudara harus segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan ganas (kanker) atau tidak dan tindakan apa yang diperlukan. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah USG payudara (efektif untuk memeriksa payudara yang padat seperti pada wanita muda), mamografi (efektif untuk memeriksa payudara yang kurang padat seperti pada wanita yang mendekati/telah menopause), dan biopsi (pengambilan sampel benjolan payudara untuk memastikan adanya kanker).

Berita baiknya, benjolan payudara tidak selalu disebabkan kanker, misalnya benjolan akibat kista payudara (kantong berisi cairan yang teraba lunak), perubahan fibrokistik (benjolan akibat ketidakstabilan hormon disertai nyeri saat haid), fibroadenoma mamae/FAM (benjolan jinak yang terbentuk kelenjar pembentuk air susu dan lebih sering terjadi pada wanita usia 20-30 tahun), dan infeksi bakteri (seperti mastitis yang kadang terjadi pada ibu menyusui).

Oleh karena itu, jangan panik jika menemukan benjolan di payudara dan segera periksa ke dokter agar penyebab pasti benjolan dapat diketahui dan tindakan yang tepat dapat segera dilakukan.