Dr. Mutiara Sri Widyastuti

Download Artikel

Hari Raya Idul Fitri identik dengan moment saling bermaaf-maafan, bersilaturahmi dan juga menjadi moment bahagia ketika bisa merayakan bersama dengan keluarga tercinta. Hari Lebaran juga tak lepas dari hidangan-hidangan khas yang lezat dan menggugah selera. Namun, dibalik kelezatan tiap hidangan, kita perlu berhati-hati dengan potensi masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Makanan yang tersaji ketika lebaran cenderung mengandung lemak, gula dan garam yang tinggi, seperti makanan bersantan, daging-dagingan, jeroan, gorengan, kue tinggi gula dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebih.

Salah satu penyebab masalah yang paling sering timbul adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang disebut juga Hiperkolesterolemia, hal tersebut dapat disebabkan karena konsumsi makanan tinggi lemak. Kolesterol sendiri merupakan zat yang diproduksi secara alami oleh organ hati. Kolesterol diperlukan tubuh untuk pembentukan sel, memproduksi sejumlah hormon, dan menghasilkan vitamin D. Meskipun penting bagi tubuh, kolesterol dapat mengganggu kesehatan jika kadarnya terlalu tinggi.

Hiperkolesterolemia tidak bergejala, oleh karenanya banyak orang yang tidak menyadari dirinya memiliki kadar kolesterol tinggi. Semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah, semakin tinggi resiko seseorang untuk terkena penyakit serius dikemudian hari. Aterosklerosis, yakni proses penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri membentuk plak yang lama-kelamaan akan membuat saluran pembuluh darah menyempit hingga terjadi sumbatan. Jika aliran darah ke jantung tersumbat, maka dapat menimbulkan serangan jantung karena otot jantung tidak mendapat nutrisi sama sekali. Apabila pembuluh darah otak yang tersumbat, bisa menimbulkan serangan Stroke. Dan jika pembuluh darah ke tungkai yang tersumbat, maka dapat timbul penyakit arteri perifer.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap mengontrol asupan makanan saat lebaran dan mengulang kebiasaan baik yang dilakukan ketika bulan puasa misalnya membatasi konsumsi makanan, terutama makanan berlemak, konsumsi air putih yang cukup sesuai kebutuhan, makan buah dan sayur lebih sering. Selain itu, di tengah Pandemi Covid-19 kita bisa tetap melakukan aktivitas fisik olahraga ringan hingga sedang di luar ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak minimal 1,5-2 meter, dan selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Mari jaga kesehatan, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati ?