
Oleh: Dr. Noviandi Herlambang, SpS, M.Si.Med
Tahukah Anda, stroke berasal dari kata strike yang berarti pukulan tiba-tiba karena stroke menyerang secara tiba-tiba dan tanpa disadari. Serangan di otak tersebut dapat mengakibatkan kelumpuhan anggota gerak, bahkan kematian. Prevalensi stroke di Indonesia adalah 1,21% atau setara ± 3 juta penduduk. Stroke adalah penyebab kematian kedua di Indonesia dan dunia, serta penyebab disabilitas pertama di dunia.
Ada 2 macam stroke. Pertama, stroke iskemik karena sumbatan di pembuluh darah otak akibat penyempitan diameter pembuluh darah pada arteriosklerosis dan penumpukan plak di dinding pembuluh darah karena kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyebab lainnya. Kedua, stroke hemoragik karena pecahnya pembuluh darah otak yang dapat berakibat fatal karena kematian terjadi pada 30-50% pasien.
Gejala stroke muncul tiba-tiba dan bervariasi tergantung lokasi daerah stroke. Tips mudah mengenali gejala stroke adalah “SeGera Ke RS”. Se–Senyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum, Ge–Gerak separuh anggota tubuh melemah, Ra-bicaRa pelo atau tidak dapat bicara, Ke–Kebas atau kesemutan separuh tubuh, R–Rabun atau pandangan satu mata kabur, dan S–Sakit kepala hebat, gangguan keseimbangan, gerak sulit dikoordinasi. Penanganan stroke dengan pengobatan spesifik harus sesegera mungkin sejak serangan terjadi (Golden Period), yaitu dalam 4,5 jam sejak serangan. Pasien harus dibawa ke rumah sakit dalam golden period agar perawatan optimal serta risiko stroke tingkat keparahan, kecacatan permanen, dan kematian berkurang.
Stroke usia muda dapat disebabkan beberapa faktor. Faktor pola hidup sebagai penyebab utama stroke usia muda, antara lain pola makan tinggi lemak, obesitas, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan stress akibat pekerjaan dan tuntutan pergaulan yang memicu hipertensi, diabetes, dan obesitas sebagai faktor risiko stroke. Faktor kelainan pembuluh darah otak dapat berupa aneurisma, yaitu pembuluh darah dengan dinding lemah, tipis, dan menonjol yang sewaktu-waktu dapat pecah. Faktor kardiogenik dapat berupa sakit jantung, kelainan katup jantung, patent foramen ovale, dan kelainan irama jantung yang masih sering terabaikan.
Cara ampuh pencegahan stroke adalah dengan KPKOTT, yaitu K: Kenali faktor risiko stroke, P: Periksakan diri anda, K: Kontrol secara rutin, O: Obati faktor risiko stroke, T: Tekad yang kuat untuk hidup sehat, dan T: Teruskan pesan ini ke orang-orang yang anda sayangi.

