Oleh : Maria Renny K, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Oleh : Maria Renny K, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Ketika mendengar kata self-love atau mencintai diri sendiri, apa yang terpikir olehmu? Apakah istilah tersebut terdengar seperti egois?

Self-love menurut Khoshaba (2012) adalah kondisi ketika kita dapat menghargai diri sendiri dengan cara mengapresiasi diri saat kita mampu mengambil keputusan dalam perkembangan spritual, fisik, dan juga psikologis. Self-love dapat diterapkan melalui beberapa hal, diantaranya:

  1. Membuat daftar kegiatan positif yang dapat kita lakukan dan kita sukai
  2. Mulai menerima diri apa adanya dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain
  3. Mengurangi bermain sosial media yang umumnya menjadi sumber menurunnya kepercayaan diri
  4. Dapat sesekali melakukan me time untuk menjernihkan pikiran saat sedang jenuh
  5. Melakukan hal yang disukai ataupun hal yang dikuasai
  6. Lebih berani untuk mengatakan “tidak” pada hal yang memang tidak bisa dilakukan
  7. Menjauhkan orang-orang yang membawa pengaruh buruk

Selfish, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya egois, self-centered, apa – apa harus dia, sebuah keputusan harus ada manfaat nya untuk dia kalau tidak dia, tidak mau setuju. Selfish biasanya terjadi ketika fokus kita lebih dominan pada keinginan, kebutuhan, dan kesejahteraan diri sendiri sehingga mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain.

Bagaimana self-love dapat berubah menjadi selfish? self-love dapat berubah menjadi selfish ketika seseorang : 

  1. Tidak mampu mengontrol emosi
  2. Tidak mau mendengarkan pendapat orang sama sekali
  3. Selalu berkata “iya” pada semua hal
  4. Selalu ingin diutamakan dalam segala hal
  5. Tidak mau menerima kritikan orang lain tapi senang mengkritik orang lain
  6. Tidak mau meminta maaf saat berbuat kesalahan

Menerapkan self-love agar tak menjadi selfish bukanlah hal mudah. Banyak dari kita yang masih belum bisa menerima diri sendiri dengan benar dan tepat. Ada yang berlebihan mencintai diri sendiri, ada juga yang kurang. Self-love berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Mencintai diri sendiri itu bukanlah sikap yang egois, melainkan tanggung jawabmu terhadap diri sendiri. Self-love justru akan membuatmu memandang sekitar dengan lebih positif. Kamu akan lebih mudah menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirimu sehingga membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.  Ketika kamu sudah menerapkannya, kamu akan mencapai keseimbangan hidup. Kalau bukan kamu yang mencintai dirimu, lantas siapa lagi?