Oleh: Dr. Jeffrey Jonathan T, Sp.OT

Patah tulang atau fraktur adalah suatu kondisi di mana jaringan tulang terputus karena tulang menanggung beban yang melebihi kekuatannya. Patah tulang dapat disebabkan cedera, stress berulang, atau kelemahan abnormal tulang (fraktur patologis). Sebagai contoh, patah tulang dapat terjadi ketika terjatuh dari ketinggian, kecelakaan saat berkendara, cedera saat berolah raga, terhantam benda-benda keras, atau pada penyakit Osteroporosis (keropos tulang).

Patah tulang sangat berpotensi membuat seseorang terhalangi untuk melakukan kegiatan sehari-hari, apalagi bila tulang yang patah merupakan penopang tubuh seperti tulang paha, kaki, atau tulang belakang. Proses penyembuhan atau penyambungan tulang yang patah tersebut dapat memakan waktu mingguan, bulanan, atau bahkan bertahun-tahun tergantung tingkat keparahan, jenis tulang, serta jenis patah tulangnya.

Patah tulang dibagi menjadi dua, yaitu patah tulang tertutup dan terbuka. Pada patah tulang tertutup fragmen tulang tidak menembus kulit, sedangkan pada patah tulang terbuka fragmen tulang menembus kulit dan berhubungan dengan dunia luar. Operasi adalah salah satu cara untuk menangani patah tulang, terutama untuk patah tulang terbuka. Operasi patah tulang dapat dilakukan untuk patah tulang yang sederhana maupun yang rumit atau kompleks. Cara penanganan patah tulang tanpa operasi ditujukan untuk patah tulang yang tertutup dan sederhana.

Agar penyembuhan atau penyambungan patah tulang terjadi secara normal dibutuhkan suplai darah yang utuh ke tulang, immobilisasi tulang di mana tulang yang patah tidak boleh bergerak (dengan bidai, gips, dipasang pen), dan tidak ada infeksi. Selain itu harus diperhatikan peningkatan asupan gizi, latihan pada tulang yang patah sesuai petunjuk dokter, dan berhenti merokok. Asupan gizi yang harus dipenuhi adalah asupan kalsium (susu, supplemen kalsium), vitamin D (dari sinar matahari pagi, suplemen vitamin D, kuning telur, minyak ikan,  ikan salmon, sarden, dan ikan tuna), serta vitamin K (brokoli, kembang kol, ikan, hati, daging, dan telur).

Sekitar 10% tulang yang patah tidak membaik secara normal. Oleh karena itu, proses penyembuhan patah tulang harus dipantau melalui pemeriksaan rontgen secara berkala untuk mendeteksi kelainan atau masalah yang dapat menyebabkan tidak normalnya proses penyembuhan tulang.