Oleh: Dr.Luluk Adipratikto,Sp.P,M.Kes

Akhir akhir ini olah raga yang paling favorit di masa pandemi Covid 19 adalah bersepeda.Banyak toko sepeda kehabisan stok diserbu oleh masyarkat yang mendadak gemar bersepeda.Meskipun olah raga ini sangat bermanfaat namun masa pandemi Covid 19 sangat dilematis.Di satu sisi pakai masker adalah suatu kewajiban untuk mencegah penularan Covid 19,apabila tidak memakai masker mudah tertular dari dari pesepeda lain,karena kita tidak tahu apakah pesepeda yang lain sehat atau OTG(orang tanpa gejala) Covid, ketika pesepeda yang di depan adalah OTG saat bersin atau batuk maka droplet (tetesan kecil) bisa terbang sejauh 20 meter dan terhirup oleh mereka yang tidak pakai masker .Disisi yang lain memakai masker berisiko pada saat olah raga.

Apa risiko memakai masker pada saat olah raga?

Pada kondisi normal saat bernapas manusia menghirup udara yang kaya akan oksigen (21%oksigen) dan mengeluarkan udara yang kaya akan karbon dioksida,waktu kita memakai masker aliran udara melalui hidung mengalami hambatan,oksigen yang masuk sedikit terhalang oleh masker dan udara yang akan dikeluarkan juga terhalang oleh masker.
Pada saat olah raga pernapasan akan lebih cepat dibanding ketika beristirahat,kebutuhan oksigen tubuh saat berolah raga juga lebih banyak.
Memakai masker saat berolah raga dapat menyebabkan karbon dioksida terperangkap oleh masker yang dapat menimbulkan keluhan sakit kepala,mengantuk,pandangan kabur,kehilangan konsentrasi,otot otot tremor dan peningkatan denyut jantung.
Olah raga dengan intensitas ringan sampai sedang dengan memakai masker masih bisa ditoleransi, namun oleh raga berat bila memakai masker mempunyai risiko lebih besar. Pada masa pandemi Covid ini bagi orang tua dan orang orang yang menderita sakit asma, jantung, penyakit paru kronis, diabetes sebaiknya pilih olah raga ringan, menjaga jarak dalam berolah raga dan hindari memakai masker.

Bila tetap ingin bersepeda di masa pandemi Covid ikuti beberapa tip berikut ini :

  • Olah raga bersepeda hanya untuk kebugaran dengan intensitas ringan hingga sedang yang ditandai dengan denyut nadi yang tidak terlalu cepat,pernapasan tidak terganggu ditandai dengan masih bisa berbicara saat melakukannya

  • Pakailah masker non medis karena masker ini pori porinya lebih jarang sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran udara pernapasan lebih lancar,bawalah selalu masker cadangan karena masker yang basah oleh keringat akan menghambat pertukaran udara pernapasan

  • Untuk orang yang mempunyai riwayat sakit asma,penyakit paru kronis,jantung sebaiknya tidak pakai masker dan mencari tempat yang aman(tidak banyak orang)

  • Tetap jaga jarak dan sering cuci tangan