Autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang menyebabkan gangguan perilaku dan interaksi sosial. Gejala penyakit ini lebih sering terdeteksi pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat ditemukan ketika dewasa.
Gejala Autisme

Gejala yang dapat dialami oleh penderita autisme antara lain :
- Gangguan komunikasi dan interaksi sosial, seperti lebih senang menyendiri, enggan berbicara dengan orang lain, dan sering mengulang kata yang sama
- Gangguan perilaku, seperti melakukan gerakan yang sama secara berulang, misalnya selalu berjalan dengan berjinjit
- Gangguan lain, seperti gangguan kognitif yang menghambat belajar, gangguan mood atau reaksi emosional, dan kejang
Penyebab autisme belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang autisme, yaitu :
- Berjenis kelamin laki-laki
- Memiliki keluarga dengan riwayat autisme
- Terlahir secara prematur
- Memiliki kelainan genetik atau kromosom tertentu, seperti sindrom fragile X dan tuberous sclerosis
- Dilahirkan dari kedua orang tua yang berusia lebih dari 40 tahun
- Dilahirkan dari ibu yang mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan tertentu, terutama obat epilepsi, selama masa kehamilan
Perlu diketahui, pemberian vaksin campak dalam bentuk apa pun, termasuk vaksin MR dan MMR, tidak terkait dengan kejadian autisme pada anak. Justru dengan pemberian vaksin, anak akan terhindar dari infeksi, seperti campak, gondongan, atau rubella.
Gejala autisme sering kali muncul di usia 2 tahun. Pada sebagian kasus, gejala autisme tampak di usia kurang dari 1 tahun atau baru timbul ketika dewasa.
Penderita autisme umumnya mengalami hambatan saat menjalani aktivitas sehari-hari, dengan gejala dan tingkat keparahan yang dapat berbeda-beda pada tiap penderita.
Berikut ini adalah beberapa gejala yang biasanya muncul pada penderita autisme :
Gangguan Komunikasi dan Interaksi Sosial
Sebagian penderita autisme mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, biasanya ketika anak berumur 8 atau 10 bulan. Beberapa penderita mungkin bisa mahir berbicara, tetapi kemampuan tersebut dapat hilang seiring bertambahnya usia.
Gejala yang terkait dengan gangguan komunikasi dan interaksi sosial adalah :
- Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan indera pendengarannya normal
- Tidak pernah mengungkapkan emosi dan tidak peka terhadap perasaan orang lain
- Tidak bisa memulai atau meneruskan percakapan, bahkan hanya untuk meminta sesuatu
- Sering mengulang kata, tetapi tidak memahami penggunaannya secara tepat
- Sering menghindari kontak mata dan kurang menunjukkan ekspresi wajah
- Memiliki nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot
- Lebih senang menyendiri, seperti berada di dunianya sendiri
- Tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana
- Enggan berbagi, berbicara, atau bermain dengan orang lain
- Menghindari atau menolak kontak fisik dengan orang lain
Gangguan Pola Perilaku
Penderita autisme memiliki pola perilaku, aktivitas, atau minat yang tampak tidak biasa, terbatas, dan dilakukan secara berulang-ulang.
Beberapa gejala yang berkaitan dengan gangguan pola perilaku tersebut adalah :
- Sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tetapi tidak merespons rasa sakit
- Pola aktivitas yang selalu sama dan marah jika ada perubahan
- Kelainan pada sikap tubuh atau pola gerakan, misalnya selalu berjalan dengan berjinjit
- Gerakan repetitif atau berulang, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang
- Jenis makanan yang dipilih cenderung sama, misalnya makanan dengan tekstur tertentu
Selain gejala di atas, penderita autisme juga sering mengalami kondisi lain, seperti :
- ADHD
- Epilepsi
- Sindrom Tourette
- Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Gangguan kecemasan
- Gangguan bipolar
- Depresi
Autisme umumnya dapat terdeteksi pada masa awal perkembangan anak. Oleh karena itu, segera periksakan anak ke dokter bila menunjukkan gejala di bawah ini :
- Mengalami keterbatasan dalam kemampuan berbicara atau berinteraksi
- Tidak memberi respon bahagia atau senyum hingga usia 6 bulan
- Tidak meniru suara atau ekspresi wajah sampai usia 9 bulan
- Tidak mengoceh hingga usia 12 bulan
- Tidak memberi gestur tubuh, seperti melambai, sampai usia 14 bulan
- Tidak mengucapkan satu kata pun hingga usia 16 bulan
Pencegahan Autisme

Autisme sulit untuk dicegah, karena penyebabnya belum diketahui. Namun, dokter dapat menganjurkan beberapa hal untuk dilakukan oleh ibu hamil sebagai upaya mengurangi risiko anak terlahir dengan autisme, yaitu :
- Menjalani pola hidup sehat, misalnya dengan menjalani pemeriksaan kehamilan secara berkala, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara rutin
- Menghindari konsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan
- Berkonsultasi dengan dokter jika perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu selama masa kehamilan
- Memastikan sudah mendapatkan vaksin sebelum hamil, terutama vaksin rubella
- Melakukan pemeriksaan dan mengikuti saran dokter jika terkena penyakit, terutama jika didiagnosis menderita penyakit celiac atau fenilketonuria (PKU)

