
Oleh: Dr. Ridha Wahyutomo, M.Arch, Sp.MK, FISQua
Penamaan asli dari organisasi kesehatan dunia, WHO, adalah severe hepatitis of unknown origin atau diterjemahkan sebagai hepatitis parah yang tidak diketahui asalnya. Kemudian diadopsi dalam beberapa forum dan presentasi ilmiah sebagai hepatitis misterius, yang konotasinya mistis sebagaimana judul tersebut. Sebagaimana pandemi COVID-19, maka hepatitis ini pun tak luput dari taburan hoax yang akan kita hadirkan fakta ilmiahnya sebagai berikut,
- Bukan Merupakan Pandemi Baru
15 April 2022 WHO menetapkan kejadian ini sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa), tidak diumumkan sebagai pandemi yang meliputi seluruh dunia. Hepatitis ini muncul pertama kali di Inggris pada 5 April 2022 kemudian negara-negara lain seperti Spanyol,
Israel, Amerika Serikat, Denmark, Irlandia, Belanda, Italia, Norwegia, Perancis, Rumania, dan Belgia.
- Bukan Akibat Vaksin COVID-19 Terutama Vaksin Pfizer
Hepatitis ini memang tidak disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, atau virus-virus hepatitis yang sudah dikenal sebelumnya, namun untuk “menunjuk” vaksin Pfizer sebagai penyebab jelas tidak tepat. Fakta di lapangan sampai saat ini, total 169 kasus hepatitis ini telah dilaporkan terjadi pada anak-anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun di 12 negara, termasuk satu kasus kematian. Pasien anak-anak usia tersebut rata-rata belum mendapatkan vaksin. Dari 169 kasus yang dilaporkan, 85 kasus diuji untuk adenovirus, 74 di antaranya positif. Sementara diduga akibat virus pernafasan bernama adenovirus.
- Gejala dan Tanda Hepatitis Parah Yang Tidak Diketahui Asalnya
Dilaporkan kasus-kasus memiliki gejala pencernaan termasuk sakit perut, diare dan muntah sebelum muncul hepatitis akut yang parah, dan peningkatan kadar enzim hati bernama aspartate transaminase (AST) atau alanine aminotransaminase (ALT) dan kulit berwarna kuning. Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut (virus hepatitis A, B, C, D dan E) belum terdeteksi dalam kasus-kasus ini. Perjalanan internasional berdasarkan informasi yang tersedia saat ini belum diidentifikasi sebagai faktor penyebab.
- Potensi Penularan
Transmisi melalui droplets atau kontak dengan benda atau areayang terkontaminasi adenovirus. Misalnya dengan tangan yang terkontaminasi, memegang handle pintu yang terkontaminasi, dan benda-benda lain terkontaminasi.
- Protokol Pencegahan Hepatitis
Langkah-langkah pencegahan umum untuk adenovirus dan infeksi umum lainnya melibatkan mencuci tangan secara teratur dan kebersihan pernapasan.
Semoga kita selalu dalam kesehatan dan mendapatkan keilmuan yang jauh dari hoax. Indonesia Sembuh, Indonesia Sehat.
