Seorang wanita yang sedang menjalani proses kehamilan, dianjurkan untuk memberikan perhatian khusus bagi status gizi maupun kebutuhan nutrisi sejak awal masa kehamilan. Proses kehamilan terbagi dalam 3 trimester, yaitu trimester I (umur kehamilan 0-12 minggu), trimester II (umur kehamilan 13-28 minggu), dan trimester III (umur kehamilan 29-40 minggu).

Seorang wanita yang sedang menjalani proses kehamilan, seharusnya mengkonsumsi  makanan lebih beragam dan seimbang karena harus memenuhi kebutuhan zat gizi untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin/bayinya. Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil:

  • Memenuhi kebutuhan zat gizi ibu dan janin.
  • Mencapai status gizi ibu hamil dalam keadaan normal, sehingga dapat menjalani kehamilan dengan baik dan aman.
  • Membentuk jaringan untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu.
  • Mengatasi permasalahan selama kehamilan.
  • Ibu memperoleh energi yang cukup yang berfungsi untuk menyusui setelah kelahiran bayi.

Cara menerapkan pola makan seimbang yaitu dengan mengonsumsi 5 kelompok pangan yang terdiri dari:

  1. Makanan pokok, seperti beras, jagung, dan gandum, sagu, umbi-umbian seperti ubi, singkong, dan talas, serta hasil olahannya yaitu tepung-tepungan, mie, roti, makaroni, havermout, dan bihun.
  2. Sumber protein, yaitu sumber protein hewani, seperti daging, ayam, telur, susu, dan keju, serta sumber protein nabati sepeerti kacang-kacangan berupa kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo, serta hasil olahannya seperti tempe, tahu, susu kedelai, dan oncom.
  3. Sayuran, seperti bayam, daun singkong, daun katuk, kangkung, wortel, dan tomat, serta sayur kacang-kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kecipir, dll.
  4. Buah-buahan, seperti pepaya, mangga, nanas, nangka, nangka masak, jambu biji, apel, sirsak, jeruk, dll.
  5. Minum air putih yang cukup mendukung sirkulasi janin. Asupan air minum ibu hamil sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari).

Mengonsumsi setiap kelompok makanan lebih dari 1 jenis untuk setiap kali makan akan lebih baik. Selain kelima kelompok pangan diatas, pada masa kehamilan dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengadung zat gizi tertentu sebagai penunjang kesehatan ibu dan janin  maupun untuk keperluan perkembangan dan pertumbuhan janin. Berikut ini merupakan zat gizi yang diperlukan ibu hamil:

Trimester I

  • Asam folat berfungsi membentuk sistem saraf pusat (sumbernya: sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, hati, telur).
  • Asam lemak tak jenuh berfungsi untuk tumbuh kembang system saraf pusat dan otak (sumbernya: ikan tenggiri, ikan kembung, ikan tuna, ikan tongkol).
  • Vitamin B12 berfungsi untuk perkembangan sel janin (sumbernya: produk olahan kacang kedelai seperti tahu dan tempe, telur, daging ayam, keju).
  • Vitamin B berfungsi membantu menyerap kalsium dan mineral (sumbernya: ikan salmon, susu).

Trimester II

  • Vitamin A berfungsi membantu proses metabolisme pembentukan tulang dan sistem saraf (sumbernya: daging ayam, telur, kangkung, wortel, buah-buahan berwarna kuning hingga merah).
  • Kalsium berfungsi pembentukan tulang dan gigi janin (sumbernya: yoghurt, bayam, jeruk, susu).
  • Zat besi berfungsi membentuk sel darah merah, mengangkut oksigen keseluruh tubuh dan janin (sumbernya: kacang-kacangan, sayuran hijau, daging, hati sapi, ikan).

Trimester III

  • Vitamin B6 berfungsi membantu proses sistem saraf (sumbernya: kacang-kacangan, gandum, hati).
  • Serat berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit (sumbernya: sayuran dan buah-buahan).
  • Vitamin C berfungsi membantu penyerapan zat besi dan antioksidan (sumbernya: kol, nanas, papaya, jambu, jeruk, tomat).
  • Zinc (Zn) berfungsi membantu proses metabolisme dan kekebalan tubuh (sumbernya: kacang-kacangan, hati sapi, telur, daging sapi).
  • Yodium berfungsi mengatur suhu tubuh, membentuk sel darah merah serta membantu fungsi kerja otot dan saraf (sumbernya: garam dapur, udang segar, ikan laut).

Bahan makanan yang dihindari dan dibatasi oleh ibu hamil, yaitu:

  • Menghindari makanan yang diawetkan karena biasanya mengandung bahan tambahan makanan yang kurang aman.
  • Menghindari daging/telur/ikan yang dimasak kurang matang karena mengandung kuman yang berbahaya untuk janin.
  • Membatasi kopi dan coklat karena didalamnya terdapat kandungan kafein yang dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Membatasi makanan yang mengandung energi tinggi seperti yang banyak mengandung gula, lemak, misalnya: keripik, cake.
  • Membatasi makanan yang mengandung gas, contoh: nangka (matang dan mentah), kol, ubi jalar karena dapat menyebabkan keluhan nyeri ulu hati pada ibu hamil.
  • Membatasi konsumsi minuman ringan (soft drink) karena mengandung energi tinggi yang berakibat pada berat badan ibu hamil meningkat berlebihan dan bayi lahir besar.

Selain proses kehamilan dan persalinan, proses menyusui juga perlu dipersiapkan sejak awal kehamilan. Hal ini dimaksudkan agar proses menyusui nantinya dapat berjalan dengan lancar. Ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan salah satunya adalah nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan saat mempersiapkan proses menyusui mencakup tambahan protein, makanan yang banyak mengandung kalsium, mengandung banyak vitamin dan lebih banyak cairan. Kebutuhan cairan minimal 3 liter/hari.

Mempersiapkan nutrisi harian selama periode kehamilan maupun menyusui akan membantu mendukung pertumbuhan anak dimasa mendatang.