Oleh : Maria Renny K, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Oleh : Maria Renny K, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Merasa cemas merupakan hal normal, namun rasa cemas yang muncul secara sering atau berlebihan bisa jadi tanda gangguan kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis, gejala, dan cara mengatasi gangguan kecemasan.

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut berlebih. Lebih lanjut, rasa cemas ini akan berlangsung intens dalam jangka waktu yang panjang. Seringkali membuat penderitanya cepat lemas secara fisik.

Gejalanya berupa takut atau tidak suka berinteraksi dengan orang lain, percaya diri rendah, menghindari kontak mata, takut dikritik atau dihakimi orang lain, malu atau takut berada ditempat umum.

Orang dengan gangguan kecemasan memiliki 3 gejala yang meliputi fisik, emosi dan pikiran.

Fisik :

  • Jantung berdebar-debar
  • Gemetar
  • Tegang
  • Nafas tersengal atau sulit bernafas
  • Berkeringat
  • Mulut kering
  • Tangan dan kaki dingin
  • Suara bergetar
  • Pusing

Perilaku :

  • Menghindari sumber kecemasan
  • Bergantung pada orang lain

Pikiran :

  • Merasa terancam
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pikiran negatif berulang kali
  • Khawatir terhadap hal-hal kecil

Penyebab Gangguan Kecemasan

  • Genetik yang diturunkan oleh keluarga
  • Lingkungan yang memicu stres dan membuat ketakutan, seperti tempat dimana terjadi pelecehan, kekerasan atau kematian
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Mengkonsumsi kafein yang berdampak pada kerja jantung

Pengobatan Gangguan Kecemasan

Psikoterapi

Adalah langkah penyembuhan berupa konsultasi/konseling secara rutin ke Psikolog, agar pasien dapat mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari

Terapi pendukung

Melakukan aktivitas seperti yoga, meditasi dan melakukan hal-hal secara mindfulness

Pengobatan medis

Obat yang direkomendasikan oleh Psikiater dan penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter

Pencegahan Agar Gangguan Kecemasan Tidak Semakin Parah

  1. Tidur yang cukup
  2. Rutin berolahraga
  3. Melakukan teknik pernafasan yang baik / melakukan meditasi
  4. Mengatur pola makan yang sehat
  5. Menghindari rokok dan alkohol
  6. Membatasi jumlah kafein seperti teh dan kopi
  7. Bergabung dalam suatu komunitas yang disukai
  8. Melakukan sesi konseling ke Psikolog secara rutin

Daftar Pustaka :

  • Halgin, Richard P. 2012. Psikologi Abnormal Perspektif Klinis Pada Gangguan Psikologis. Jakarta : Salemba Humanika
  • Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2, November 2021