Kehamilan adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan seorang perempuan (Jeyanti & Kasvitha, 2008). Bagi banyak perempuan, hamil dan melahirkan adalah satu milestone penting yang menandai diri mereka sempurna di mata budaya dan masyarakat. Kehamilan sebagai pengalaman individu yang cakupannya sangat luas, dari yang sangat positif hingga sangat negatif. Euforia dan kegembiraan yang didapat seorang perempuan dalam masa kehamilannya, juga diiringi dengan rasa cemas yang tidak kalah besarnya.

Ibu hamil juga merasa cemas pada hal-hal yang terjadi setelah melahirkan, seperti:

  1. Apakah mereka mampu merawat dan menyusui bayi mereka,
  2. Baby blues,
  3. Depresi pasca-kelahiran,
  4. Ketidakmampuan beradaptasi dengan bayi, dll.

Gejala dari baby blues adalah:

  1. Ibu merasa lebih mudah sedih,
  2. Ibu merasa lebih mudah marah,
  3. Ibu merasa lebih mudah cemas dan kewalahan saat mengurus anak,
  4. Susah tidur,
  5. Nafsu makan menurun,
  6. Sulit berkonsentrasi hingga menangis secara berlebihan.

Baby blues sendiri pada dasarnya muncul dalam kurun waktu 3-14 hari setelah ibu melahirkan. Gejala ini biasanya dirasakan selama beberapa hari atau bahkan hanya beberapa jam. Kondisi baby blues ini dapat mempengaruhi dalam kemampuan menyusui dam juga merawat sang buah hati.

Beberapa teori mencoba menyimpulkan penyebab dari baby blues, antara lain adalah perubahan hormone yang signifikan dan akan mempengaruhi kondisi psikologis ibu. Penyebab lainnya adalah kesulitan beradaptasi dengan rutinitas baru dan kehadiran si buah hati dapat menyita waktu dan emosi ibu, ini dapat membuat ibu merasa stress dan lelah secara psikologis. Selain itu, kekurangan tidur karena harus terjaga di malam hari dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosi kita.

Pada umumnya, gejala baby blues ini dapat hilang dengan sendirinya, namun sering kali gangguan ini tetap harus diatasi dengan segera. Beberapa tips yang dapat dilakukan ibu di masa baby blues ini adalah relaksasi. Salah satu jenis relaksasi yang dilakukan adalah relaksasi otot yaitu metode terapi melalui prosedur pengenduran otot, agar ibu secara sadar mengendalikan aktivitas badan dan psikis sehingga berhasil menstabilkan emosi dan mengatasi problem psikologis yang dihadapi. Relaksasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, sehingga dapat membantu ibu menjadi lebih tenang dalam waktu yang singkat dan tidak membutuhkan tenaga lebih.  Cara lainnya adalah dengan memastikan gizi yang masuk ke ibu sudah memenuhi kebutuhan ibu, olahraga rutin dan meluangkan waktu untuk sendiri.  Dukungan suami dan keluarga dalam melewati masa baby blues ini juga sangat berpengaruh terhadap bagaimana ibu menghadapi masalah emosi yang ada. Berikan waktu untuk ibu beradaptasi dan dengarkan cerita maupun perasaan ibu, berikan tanggapan positif serta berikan dukungan psikologis maupun bantuan selama ibu berada dalam masa ini.