Oleh : Dr. C. Widjaja, Sp. PD

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala klinis yang timbul berupa : nyeri kepala saat terjaga (kadang-kadang disertai mual dan muntah, akibat tekanan intrakranial meningkat), penglihatan kabur akibat kerusakan retina karena hipertensi, ayunan langkah tidak mantap karena kerusakan susunan syaraf, nokturia (sering kencing malam karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerolus), kaki bengkak akibat peningkatan tekanan kapiler. Sedangkan gejala lainnya adalah sakit kepala, epistaksis, telinga berdengung, rasa berat ditengkuk, sukar tidur, mata berkunang-kunang dan pusing. Selain itu, ada juga faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi tidak terkontrol yaitu : tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur, obesitas, ketidakpatuhan dalam pengobatan hipertensi dan mengalami stress.

Jika tekanan darah tinggi dibiarkan begitu saja dan tidak dikelola, bisa merusak pembuluh darah dan organ dalam tubuh serta bisa menyebabkan beberapa komplikasi hipertensi, seperti : kerusakan pada pembuluh arteri ( Pembuluh arteri menyempit, aneurisma, arteri perifer ), kerusakan pada jantung ( arteri koroner, pembesaran jantung bagian kiri, gagal jantung ), stroke, gagal ginjal, komplikasi hipertensi pada mata, sindrom metabolik sebagai komplikasi hipertensi, kesulitan dalam mengingat dan fokus dan disfungsi seksual.

Untuk mengelola hipertensi, Anda perlu periksa ke dokter. Karena bagi sebagian pengidap hipertensi, konsumsi obat harus dilakukan seumur hidup untuk mengatur tekanan darah. Selain konsumsi obat-obatan, pengobatan terhadap hipertensi juga tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup, menjaga pola makan ( menghindari konsumsi kafein dan garam yang berlebihan ) dan hidup sehat. Dengan demikian, jika tekanan darah pengidap sudah terkendali melalui perubahan gaya hidup, penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat dihentikan.

Tetapi bila dokter anda mendiagnosis prehipertensi, Anda mungkin tidak perlu minum obat tekanan darah. Anda cukup mengubah gaya hidup anda agar prehipertensi tidak berkembang menjadi hipertensi. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol prehipertensi adalah : menjaga berat badan tetap dalam rentang ideal, olahraga teratur, mengatur konsumsi makanan, membatasi asupan garam atau natrium, membatasi konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.