Pernah bingung wajah Anda tiba-tiba menjadi lumpuh sebelah setelah terkena udara dingin? Jangan panik, bisa jadi Anda mengalami Bell’s palsy. Bell’s palsy atau kelumpuhan satu sisi wajah terjadi secara mendadak akibat adanya kelumpuhan pada saraf ketujuh (saraf wajah). Kelemahan wajah Bell’s palsy berbeda dengan kelemahan wajah pada stroke yang tidak melibatkan gerakan unuk mengangkat dan mengerutkan alis. Bell’s palsy menyebabkan gejala seperti sulit mengangkat dan mengerutkan alis, menutup kelopak mata, mata berair, nyeri pada area telinga, telinga berdenging, mulut merot, dan mengeces pada satu sisi. Penyebab Bell’s palsy tidak diketahui, diperkirakan terjadi akibat adanya peradangan, infeksi virus atau penyakit lainnya, autoimun, atau gangguan peredaran darah (iskemik) seperti karena penyakit diabetes.

Pemeriksaan dilakukan dokter dengan melakukan pemeriksan gerakan wajah. Serangkaian pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, pemeriksaan saraf otot wajah (elektromiografi), serta CT scan dan MRI dilakukan untuk mengetahui penyebab kelumpuhan wajah. Penyakit ini dapat sembuh sendiri dengan pemulihan total umumnya memakan waktu hingga 3-4 bulan. Selain terapi obat-obatan, diperlukan program rehabilitasi medik untuk mempercepat penyembuhan.

Tatalaksana rehabilitasi medik yang dapat diberikan antara lain:

  1. Proteksi pada mata.
  2. Latihan lingkup gerak otot-otot wajah.
  3. Terapi ekspresi wajah dengan menggunakan cermin atau EMG biofeedback..
  4. Peregangan dan pemijatan otot wajah yang kencang.
  5. Terapi stimulasi elektrik.
  6. Terapi sinar.

Segera kunjungi Dokter apabila anda mengalami gejala-gejala seperti diatas. Dokter akan membantu menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi Anda.