Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil, serta memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat. Setiap hari kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Tiap ginjal tersusun dari sekitar sejuta unit penyaring yang disebun nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar yang sebagian besar berupa protein. Selanjutnya melewati tubulus yang mengambil kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbahnya. Ginjal juga menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah dan kadar garam, hormon erythropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah, serta menghasilkan bentuk aktif vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. Penyakit ginjal menjadi penyebab kematian peringkat ke- 11 di dunia tahun 2023. Sedangkan di Indonesia, perawatan penyakit ginjal merupakan ranking kedua pembiayaan terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal, mulai dari menderita diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau obesitas, kebiasaan merokok, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, dan minum obat tanpa resep dokter secara rutin tidak sesuai dosis, terutama obat-obat penghilang nyeri.

Gejala awal penyakit ginjal bervariasi, mulai dari tidak bergejala yang biasanya ditemui pada hasil laboratorium tes kesehatan. Selain itu bisa ditemukan juga adanya keluhan mual, muntah, sakit kepala, mudah merasa lelah, nafsu makan yang menurun, rasa gatal pada kulit, adanya perubahan dalam jumlah dan frekuensi buang air kecil, Bau napas tidak enak dan tercium seperti bau urine, sembab atau bengkak pada kaki, perut yang semakin membesar, sesak nafas, kejang kejang hingga penurunan kesadaran.

Apabila merasakan gejala sakit ginjal seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika Anda memiliki risiko mengalami sakit ginjal, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Jika penyakit ginjal yang telah memasuki stadium 5 atau penyakit ginjal tahap akhir, maka diperlukan pilihan terapi pengganti ginjal antara lain: hemodialisis/cuci darah baik dengan menggunakan mesin cuci darah atau cuci darah dengan menggunakan membran peritoneum pasien (CAPD/Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) dan cangkok/transplantasi ginjal.