Oleh: Dr. Luluk Adipratikto, Sp.P, M.Kes

Dr. Luluk Adipratikto, Sp.P, M.Kes

Penyakit Asma adalah suatu kondisi di mana saluran napas  menyempit dan membengkak dan dapat menghasilkan lender ekstra. Hal ini dapat membuat sulit bernapas dan memicu batuk, terdengar suara mengi saat menghembuskan napas dan sesak napas. Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari – hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa.

Seperti Apakah Gejala Asma?

Gejala asma bervariasi dari orang ke orang.Seseorang mungkin jarang mengalami serangan asma, memiliki gejala hanya pada waktu tertentu – seperti saat berolahraga -atau memiliki gejala sepanjang waktu. Tanda dan gejala asma meliputi: sesak napas,sesak atau nyeri dada,mengi saat menghembuskan napas, kesulitan tidur yang disebabkan oleh sesak napas, batuk ata umengi. Serangan batuk atau mengi yang diperparah oleh virus pernapasan, seperti pilek atau flu.

Berdasarkan tingkat kekambuhan penyakit asma terdiri dari asma intermiten yaitu asma yang jarang kambuh, asma persisten yaitu asma yang sering kambuh. Berdasarkan penyebab, penyakit asma terdiri dari asma karena alergi dan asma non alergi, penyebab asma alergi antara lain debu rumah, jamur, bulu hewan peliharaan, makanan tertentu, sedang asma non alergi disebabkan kecapaian, stress, udara dingin, infeksi virus.

Apakah Penyakit Asma Dapat Disembuhkan?

Penyakit Asma tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat dikendalikan. Penyakit asma dapat dikendalikan dengan obat atau tanpa obat. Pengendalian tanpa obat dapat dilakukan dengan olahraga, menghindari factor penyebab. Sedangkan pengendalian dengan obat dokter akan memberikan obat hisap atau inhaler, karena dosisnya kecil dengan efek samping minimal. Dalam pengendalian penyakit asma diperlukan siklus pengobatan yang kontinyu agar dokter dapat melakukan monitor gejala asma dan me –review pengobatan.

Kapan Saya Harus Segera ke Dokter?

Saat terjadi keadaan darurat asma dengan tanda – tanda seperti: sesak napas atau mengi yang memburuk dengan cepat, tidak ada perbaikan bahkan setelah menggunakan inhaler, dan sesak napas saat melakukan aktivitas fisik minimal.