
Oleh: Fisio Septiono Tri Jatmiko, S. Kes., Ftr
Frozen shoulder atau capsulitis adhesiva atau bahu beku adalah peradangan yang terjadi di bahu, yang ditandai dengan adanya nyeri bahu dan kekakuan. Berdasarkan studi, beberapa kondisi berikut dilaporkan meningkatkan risiko terjadinya frozen shoulder yaitu kebanyakan terjadi pada perempuan, bertambahnya usia: di atas 40 tahun dan puncaknya di usia 65 tahun, obesitas, dan merokok. Kondisi frozen shoulder ini disertai dengan proses patologis yaitu adanya kontraktur atau pemendekan otot pada kapsul sendi bahu dan keterbatasan lingkup gerak sendi bahu.
Frozen shoulder dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Frozen shoulder primer biasanya idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya dan sering terkait dengan penyakit lain seperti: Diabetes Mellitus (DM), spondilosis cervical, dislipidemia, dan hipotiroid. Sedangkan Frozen shoulder sekunder biasanya terjadi akibat trauma atau cedera pada bahu.
Keluhan utama pada pasien dengan Frozen shoulder yaitu nyeri bahu yang diikuti dengan keterbatasan gerak sendi bahu. Keterbatasan gerak sendi bahu ini terjadi pada posisi eksternal rotasi, abduksi lalu diikuti posisi fleksi. Pada pemeriksaan sering didapatkan pasien mengalami kesulitan mengangkat tangan keatas seperti saat menyisir rambut, menggerakkan tangan ke belakang saat membuka resleting atau memakai bra/BH. Frozen shoulder sendiri dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu freezing, frozen, dan thawing.
Dalam fase freezing, pasien akan mengeluhkan nyeri sedang-berat dan restriksi parsial lingkup gerak sendi. Fase ini ditandai dengan penyebaran inflamasi kapsul dan sinovial awitan lambat.
Dalam fase frozen, pasien mengeluhkan nyeri dan kaku yang dapat diperiksa lebih lanjut dengan pemeriksaan range of motion (ROM) atau lingkup gerak sendi. Fase ini ditandai dengan mulai berkurangnya inflamasi secara bertahap dan berkembangnya fibrosis kapsul dan ligamen. Hal ini akan menimbulkan restriksi lingkup gerak sendi yang bermakna.
Pada fase thawing, pasien merasakan nyeri minimal dan kekakuan mulai membaik. Secara patologi, fase ini ditandai dengan resolusi bertahap dari inflamasi dan fibrosis. Pasien akan merasakan nyeri sangat berkurang dan lingkup gerak sendi kembali secara bertahap.
Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutik, dan mekanik), pelatihan fungsi dan komunikasi. Fisioterapi dapat membantu menangani pemulihan kondisi frozen shoulder ini yaitu dengan melakukan terapi latihan gerak secara bertahap dan kontinu.
Berikut ini beberapa contoh bentuk terapi latihan yang bisa dilakukan oleh penderita frozen shoulder. Perlu diperhatikan oleh penderita frozen shoulder untuk selalu memeriksa denyut nadi sebelum, selama dan sesudah melakukan latihan-latihan tersebut, jangan sampai melebihi dosis latihan yang dianjurkan.
- Pendulum exercise
- Posisi: lengan yang sehat bersandar pada meja dan lengan yang sakit menggantung
- Teknik: ayunkan lengan dalam lingkaran kecil searah jarum jam sebanyak 10 kali (1 set) kemudian lakukan gerakan yang sama dengan berlawanan arah juga dalam 1 set.
- Finger walk exercise
- Posisi: berdiri di depan tembok/dinding dan lengan yang sakit menempel di tembok
- Teknik: jari-jari tangan merembet di tembok lalu hentikan gerakan saat pertama kali terasa sakit (10 detik) dan kembali ke posisi awal sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “AYAM”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: kedua tangan di pinggang lalu gerakkan ke belakang dan ke depan (seperti kepak ayam) sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “BERENANG”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: lengan lurus ke depan dengan posisi punggung tangan saling berhadapan dan digerakkan ke belakang seperti gerakan renang sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “PINGUIN”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Kedua lengan posisi punggung tangan di samping badan, gerakkan lengan ke samping menjauhi tubuh seperti gerakan jalan pinguin sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “KINCIR ANGIN”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Kedua lengan posisi 90 derajat berlawanan arah, gerakkan lengan bawah naik turun seperti gerakan jalan pinguin sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “ANAK PULANG”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Kedua lengan posisi menekuk siku seperti huruf “W” lakukan gerakan seperti mendekap atau memeluk sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “LENGGANG KANGKUNG”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Gerakkan kedua lengan lurus naik turun seperti orang berjalan melenggang sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “ROBOT BARIS”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Kedua lengan lurus ke atas lalu gerakkan lengan bergantian ke depan ke belakang seperti orang berbaris sebanyak 10 kali/set
- Gerakan “HATI GEMBIRA”
- Posisi: berdiri atau duduk di kursi
- Teknik: Kedua lengan (punggung tangan) lurus ke depan saling bertemu kemudian lakukan gerakan memutar ke atas lurus diikuti melompat seperti orang gembira sebanyak 10 kali/set
Demikian latihan gerakan yang bisa dilakukan oleh penderita frozen shoulder untuk mengurangi nyeri otot dan kekakuan sendi bahu sehingga diharapkan otot gelang bahu menjadi lebih lentur dan rileks. Lakukan latihan tersebut di atas dengan:
- Frekuensi : 2 kali sehari, di pagi dan sore hari
- Intensitas : bertahap dari 1 set meningkat sampai 3 set dalam sekali latihan
- Waktu : 20 – 30 menit
GERAKAN ADALAH PINTU MASUK DALAM KESEMBUHAN…Salam fisio…

