Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang terjadi pada jaringan leher rahim yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Virus HPV yang berisiko tinggi terutama adalah HPV 16 dan 18. Kanker serviks ini menjadi keganasan no 4 yang sering menyerang perempuan dengan insidensi 604.000 kasus baru dan menyebabkan 342.000 kematian di seluruh dunia.
Faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain : (1) aktivitas seksual pada usia muda; (2) berhubungan seksual dengan multipartner; (3) merokok; (4) mempunyai anak banyak; (5) penyakit menular seksual; (6) gangguan imunitas. Pada tahap awal, lesi prakanker belum menunjukkan gejala. Bila telah menjadi kanker invasif, gejala yang paling umum adalah perdarahan setelah berhubungan seksual dan keputihan.
Mengingat tingginya angka kejadian kanker serviks ini, penting untuk kita melakukan deteksi dini yang bertujuan mendeteksi perubahan abnormal dari sel – sel serviks. Target ideal skrining adalah perempuan berusia 25-65 tahun atau 3 tahun sejak kontak seksual pertama yang dilakukan seorang perempuan.
Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan IVA (inspeksi visual asam asetat), Pap-smear, dan DNA-HPV. IVA merupakan pemeriksaan paling sederhana yang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer dengan tenaga kesehatan terlatih dan berkompeten. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan mengamati serviks yang telah diberi larutan asam asetat atau asam cuka 3-5%. Hasil pemeriksaan dikatakan positif bila didapatkan plak putih pada area sambungan skuamo kolumner (SSK). Pemeriksaan IVA dapat dikerjakan pada kondisi: (1) menstruasi jika darah haid sudah sedikit atau flek – flek; (2) setelah berhubungan seksual atau (3) setelah penggunaan obat – obatan yang dimasukkan lewat vagina. Namun, pemeriksaan ini tidak dilakukan pada saat hamil.
Pemeriksaan Pap-smear dapat dilakukan di klinik atau Rumah Sakit yang bekerja sama dengan laboratorium patologi anatomi. Pemeriksaan ini melihat secara mikroskopis sitologi dari sel – sel leher rahim. Syarat pemeriksaan papsmear adalah tidak melakukan hubungan seksual dua hari sebelum pemeriksaan, tidak menggunakan tampon, krim atau obat – obat yang dimasukkan lewat vagina, dan tidak boleh saat menstruasi ataupun hamil.
Kanker serviks dapat dicegah dengan meningkatan kesadaran perempuan akan pentingnya melakukan deteksi dini secara berkala setiap tahun. Segera datangi tenaga kesehatan terdekat saat mendapati gejala keputihan yang berkepanjangan atau perdarahan setelah berhubungan seksual.

