
Dr. Fransiska Ivona
Oleh : Dr. Fransiska Ivona
Program vaksinasi Indonesia telah memasuki tahap ketiga pada bulan Juli dengan sasaran masyarakat umum, masyarakat rentan, dan remaja berusia lebih dari 12 tahun. Total sasaran vaksin tahap ini adalah 168 juta orang dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun dengan target 1 juta orang tervaksin setiap harinya.
Program vaksinasi tahap satu dan dua dengan sasaran tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik yang dimulai pada Januari hingga Juni telah mencapai 49 juta orang. Namun hanya 15 juta orang yang telah mengikuti program vaksinasi hingga selesai atau mendapatkan dua dosis vaksin. Padahal, berdasarkan data uji klinis fase ketiga efikasi atau kemanjuran vaksin Sinovac yang merupakan vaksin terbanyak yang Indonesia gunakan menunjukkan efikasi sebesar 65,3 persen pada 3 bulan paska vaksin dosis kedua. Sedangkan jika hanya mendapat satu dosis vaksin respon imun yang dibentuk oleh tubuh tidak sekuat dibandingkan jika mendapat dua dosis vaksin di interval waktu yang tepat .
Ada empat jenis vaksin yang tersedia di Indonesia, antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca yang telah digunakan dalam vaksinasi Covid-19, Sinopharm untuk vaksinasi gotong royong, dan yang baru tiba Moderna yang akan digunakan untuk vaksinasi dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Vaksin Moderna secara resmi telah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan POM, dan menurut uji klinik fase 3 Moderna memiliki efikasi sebesar 94 persen. Sedangkan untuk AztraZeneca memiliki efikasi sebesar 63,09 persen. Dan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 79 persen. Angka tersebut tidak langsung menunjukkan vaksin Moderna adalah vaksin terbaik, vaksin terbaik adalah vaksin yang dapat segera didapatkan.
Dalam proses pembentukan antibodi paska vaksin, terkadang akan muncul efek samping ringan hingga sedang yang akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek samping vaksin Sinovac yang sering dirasakan adalah nyeri di sekitar bekas suntikan, lapar, mengantuk, demam. Efek samping vaksin AstraZeneca yang umum dirasakan antara lain seperti nyeri di bekas suntikan, rasa lelah, menggigil, demam, sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot. Selain itu, efek samping paling jarang adalah nafsu makan menurun, keringat berlebih, nyeri perut, hingga kulit gatal atau ruam kulit. Efek samping pembekuan darah yang telah dilaporkan sangatlah kecil, sekitar 3,6 kasus per 1 juta orang yang di vaksin atau 0,000000036%. Cara mengatasi efek samping ringan paska vaksinasi, dengan kompres area bekas penyuntikan dengan air dingin, lakukan aktivitas fisik ringan uuntuk memperlancar aliran darah pada area penyuntukan, gunakan pakaian yang longgar, perbanyak minum air putih.
Vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan orang yang terpapar COVID-19, tapi program vaksinasi yang sedang dilancarkan pemerintah amat penting dalam upaya mengakhiri pandemi Corona dengan menciptakan herd community atau kekebalan komunal. Jika minimal dua pertiga populasi memiliki antibodi, maka akan efektif untuk memutus rantai penularan COVID-19. Manfaat vaksin tidak hanya dapat membentuk antibodi seseorang dalam melawan penyakit, tapi juga melindungi keluarga dan orang sekitar dari penyakit tersebut. Pada prinsipnya, vaksin bertujuan untuk mencegah dan menurunkan risiko mendapat gejala berat atau kematian apabila terinfeksi covid 19.
Meskipun sudah divaksin, risiko terkena covid 19 akan tetap ada, utamanya saat kita lengah dalam protokol kesehatan. Selalu terapkan 6M, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, memakai masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Ingat selalu lebih baik mencegah daripada mengobati.


One comment
Kalau boleh tahu tujuan vaksin untuk apa ya dok? Lalu apakah orang yang sudah terpapar covid wajib vaksin juga, dan ada berapa jarak harus di vaksin, lalu tujuan orang yang sudah terpapar covid di vaksin apa ya dok? Minta penjelasan nya ya terima kasih…