Download Artikel

 

Source: PKRS RS Mardi Rahayu

 APA ITU NYERI ?

Nyeri merupakan sensasi tidak menyenangkan yang terjadi bila kita mengalami cedera atau kerusakan pada tubuh kita. Nyeri dapat terasa sakit, panas, gemetar, kesemutan seperti terbakar, tertusuk, atau ditikam.

PEMBAGIAN  NYERI

  1. Nyeri akut  (< 6 bulan)

Nyeri akut biasanya terjadi secara tiba- tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera spesifik. Nyeri akut merupakan nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga enam bulan.

  1. Nyeri kronik

Nyeri kronik adalah nyeri menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri kronik merupakan nyeri yang dirasakan selama lebih dari 6 bulan

SEBERAPAKAH NYERI ANDA?

Skala Nyeri

Penanganan Non Farmakologi

  • = Sangat bahagia karena tidak merasa nyeri sama sekali

2-3 = Sedikit nyeri

Dengan obat-obatan sesuai dengan advis dokter

4-5 = Cukup Nyeri

6-7 = Lumayan nyeri (lebih nyeri)

Dengan Injeksi pengurangan nyeri tingkat tinggi sesuai advis dokter

8-9 = Sangat Nyeri

10 = Amat sangat nyeri (tak tertahankan)

  • Nilai tingkat nyeri anda sendiri dan laporkan kepada perawat untuk mendapatkan tindak lanjut

CARA MENGURANGI NYERI

KOMPRES HANGAT

Tempelkan kantong karet yang diisi air hangat atau handuk yang telah direndam di dalam air hangat, ke bagian tubuh yang nyeri

Sebaiknya diikuti dengan latihan pergerakan atau pemijatan

Kompres hangat dapat membuat otot tubuh lebih rileks, menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, dan memperlancar pasokan aliran darah. Kompres

KOMPRES DINGIN

Gunakan air dingin, Kantong karet atau handuk ditempelkan pada bagian tubuh yang nyeri, Lakukan kompres dingin dengan hati-hati tidak lebih dari 30 menit.

Kompres dingin membantu mengontrol perdarahan dan pembengkakan karena trauma, mengurangi nyeri, dan menurunkan aktivitas ujung saraf pada otot.

MASSAGE/PIJAT

Massage kulit memberikan efek penurunan kecemasan dan ketegangan otot

Rangsangan masase otot ini akan merangsang serabut otot berdiameter besar, sehingga mampu memblok atau menurunkan impuls nyeri.

ALAT  TENS  (Intervensi Dokter)

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar.

Alat ini biasa digunakan di poliklinik fisioterapi/ rehabilitasi medic

AKUPUNKTUR (Intervensi Dokter)

Akupuntur merupakan pengobatan yang sudah sejak lama digunakan untuk mengobati nyeri. Jarum-jarum kecilyang ditusukkan pada kulit oleh terapis, bertujuan menyentuh titik-titik tertentu (tergantung pada lokasi nyeri) sehingga dapat memblok transmisi nyeri ke otak)

  1. PLASEBO (Intervensi Dokter)

Plasebo yang dalam bahasa latin berarti “saya ingin menyenangkan” merupakan zat tanpa proses pengobatan dalam bentuk yang dikenal oleh penderita sebagai “obat” (seperti  kaplet, kapsul, cairan injeksi dan sebagainya)

  1. TEKNIK RELAKSASI

Relaksasi otot rangka dapat menurunkan nyeri karena mengendorkan ketegangan otot. Dengan relaksasi, klien dapat mengubah persepsi terhadap nyeri. Teknik relaksasi sangat efektif untuk nyeri kronis, dengan manfaat antara lain :

  1. Menurunkan kecemasan/ ketakutan yang berhubungan dengan nyeri atau stress.
  2. Menurunkan nyeri otot.
  3. Membantu klien untuk melupakan nyeri.
  4. Meningkatkan periode istirahat dan tidur.
  5. Meningkatkan keefektifan terapi nyeri lain.
  6. Menurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri

Langkah Teknik Relaksasi :

  1. Menarik napas dalam dan menahannya di dalam paru
  2. Secara perlahan-lahan keluarkan udara dan rasakan tubuh menjadi kendor dan betapa nyaman hal tersebut
  3. Bernapas dengan irama normal dalam beberapa waktu
  4. Ambil napas dalam kembali dan keluarkan secara perlahan-lahan, sambil biarkan telapak kaki relaks. Pada tahap ini terapis dapat membantu Anda untuk mengkonsentrasikan pikiran pada kaki yang terasa ringan dan hangat.
  5. Ulangi langkah ke-4, dan konsentrasikan pikiran pada lengan, perut, punggung, dan otot-otot lain.
  6. Setelah Anda merasa rileks, dianjurkan untuk bernapas secara perlahan. Bila nyeri menjadi hebat, Anda bernapas secara dangkal dan cepat.
  7. Teknik relaksasi perlu dilakukan beberapa kali agar mencapai hasil optimal.
  8. TERAPI PERILAKU

Terapi perilaku dilakukan dengan cara melatih kontrol/kendali klien terhadap respon nyeri.

  1. Hipnotis : membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif
  2. Distraksi : mengalihkan perhatian terhadap nyeri dan efektif untuk nyeri ringan sampai sedang

Contoh :

  1. Distraksi Visual (melihat TV atau pertandingan bola, dsb)
  2. Distraksi audio (mendengar musik, radio, dsb)
  3. Distraksi sentuhan (massage/pijat, memegang mainan dsb)
  4. Distraksi intelektual (merangkai puzzle, bermain catur dsb)
  5. Guided Imagery (Imajinasi Terbimbing)

Terapis meminta klien untuk berimajinasi membayangkan hal-hal yang menyenangkan. Tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien.

Apabila klien mengalami kegelisahan, tindakan harus dihentikan.

Tindakan ini dilakukan pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut.