Minum teh sudah menjadi tradisi di beberapa negara, termasuk di negara Indonesia. Tidak jarang teh dijadikan pendamping di waktu makan. Aroma teh yang menyegarkan menjadikan teh sebagai minuman yang disukai oleh berbagai generasi.

Teh dibuat dari pucuk daun tanaman Camellia sinensis yang dikeringkan dan kemudian diseduh dengan air panas. Belakangan ini pun beragam jenis tanaman diambil daun atau bunganya untuk dibuat menjadi teh, yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan. Sudah banyak diketahui pula bahwa di dalam teh terkandung senyawa polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas bagi tubuh.

Seiring perkembangan zaman, pengolahan teh justru membuat minuman yang menyegarkan ini menjadi minuman yang membawa pengaruh buruk bagi kesehatan. Sebagai contoh; beberapa jenis minuman teh yang dimodifikasi sehingga mengandung gula yang cukup tinggi bahkan mengandung nilai kalori yang berlebih. Konsumsi gula berlebih akan memicu terjadinya resistensi insulin yang meningkatkan risiko muncul penyakit diabetes mellitus. Konsumsi kalori berlebih dapat menimbulkan kelebihan berat badan. Teh juga mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika penyerapan zat besi terganggu maka akan menyebabkan terjadinya anemia.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi teh. Pertama, hindari penambahan gula yang berlebihan. Kedua, batasi penambahan krimer atau bahan tambahan lain yang meningkatkan kalori. Ketiga, pastikan bahwa kalori yang dikonsumsi dari teh tidak melebihi kebutuhan tubuh. Keempat, berikan jeda waktu 1-2 jam antara minum teh dengan jam makan utama.

Mari manfaatkan daun teh dan bijaksana dalam mengkonsumsi teh.