Oleh : Laurentia Wahyu Prastiti, S. Psi., M. Psi, Psikolog

Oleh : Laurentia Wahyu Prastiti, S. Psi., M. Psi, Psikolog

Makan adalah sebuah hal penting di dalam hidup. Tidak hanya karena nutrisi tapi makan juga membantu kita untuk bersosialisasi, merayakan sesuatu dan cara untuk mendapatkan ketenangan. Akhir-akhir ini banyak yang membahas mengenai makan sebagai salah satu cara untuk melepas stres. Mari kita mengenal apa itu eating disorder (gangguan makan)? Gangguan makan adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan perilaku terkait makan yang berlangsung terus menerus sehingga menyebabkan masalah kesehatan serius, baik itu fisik maupun psikososial. Gangguan makan membahayakan bagi tubuh dikarenakan tubuh akhirnya tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membahayakan organ tubuh bahkan dapat mengancam jiwa.

Emotional eating berbeda dengan gangguan makan. Emotional eating merupakan sebuah tanda bahwa sedang ada permasalahan psikologis di dalam diri individu, namun bukan merupakan gangguan psikologis. Lalu perbedaannya ada di mana? Berdasarkan penelitian, emotional eating dilakukan sebagai respon dari sebuah perasaan sedih, marah, takut, sepi dan bosan. Perilaku ini dilakukan dengan frekuensi yang jarang dan individu tersebut mampu mengendalikan perilakunya. Efek setelah melakukan perilaku ini adalah merasa tenang, bahagia ataupun lega. Gangguan makan sendiri terdiri dari anorexia nervosa, bulimia nervosa, binge eating disorder, pica, dan sebagainya. Gangguan makan dilakukan tanpa bisa di kontrol oleh individu tersebut dan meskipun ia tahu perilakunya ini berbahaya ia memiliki kesulitan untuk berhenti. Gangguan makan sering kali membuat penderitanya merasa tidak nyaman seperti muntah, rasa tidak nyaman di perut bahkan hingga berakibat pada permasalahan kesehatan fisik. Secara emosi, akan muncul rasa bersalah, rasa takut bahkan rasa malu.

Wajar sekali jika kita menggunakan makan sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri dari perasaan-perasaan negatif, namun jika kita melihat makan sebagai satu-satunya cara untuk melepas stres, maka kita lebih riskan terhadap gangguan psikologis. Mencari cara mengendalikan stres sebanyak-banyaknya menjadi cara terbaik untuk menghindari gangguan psikologis. Jika merasa stres yang dirasakan sulit untuk dihadapi sendiri atau merasa membutuhkan tempat untuk melepas stres, maka tidak ada salahnya berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan bantuan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik konsultasi dengan profesional dibandingkan kehilangan diri kita sendiri.