Oleh : Dr. Kristiana Margareta, Sp.N

Oleh : Dr. Kristiana Margareta, Sp.N

Beberapa orang sering mengacaukan epilepsi dengan beberapa bentuk kesurupan atau kerasukan. Epilepsi adalah gangguan yang disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan dan berkala dari sekelompok sel di otak. Bentuk klinisnya adalah gangguan kesadaran, gerakan motorik, sensorik atau psikis akibat aktivitas listrik neuron di otak yang terlalu banyak bekerja. Selain itu, epilepsi juga merupakan penyakit yang “berulang”, tidak hanya sesekali, yang menyebabkan pasien epilepsi menunjukkan gejala hanya saat kejang, tetapi diluar serangan performa penyandang seperti keadaan kesehariannya . Itulah yang membuat penyakit ini unik, sehingga sering dikacaukan dengan kesurupan, kerasukan, kegilaan, dll.

Tanpa perawatan yang tepat, disfungsi otak yang lebih parah terjadi, menyebabkan serangan lebih sering. Hal penting yang perlu diketahui oleh dokter dan masyarakat adalah mengenali dan membedakan serangan kejang epilepsi dengan serangan yang bukan epilepsi. Kejang epilepsi adalah kejang berulang tanpa faktor pencetus dan penyebab akut. Selain itu, kejang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, tergantung pada bagian otak mana yang diserang, dapat bersifat umum (menyerang semua bagian otak) atau parsial ( sebagian otak ).

Banyaknya jenis kejang epilepsi sering menyebabkan kesalahan diagnosis epilepsi, yang dapat menyebabkan kesalahan pengobatan. Selain itu, pasien terkadang tidak dapat menceritakan tentang kejang yang dialaminya, sehingga membutuhkan bantuan saksi yang menyaksikan kejadian tersebut. Oleh karena itu, dokter harus berhati-hati saat mengevaluasi dan mendiagnosis epilepsi.

Edukasi rutin dan sosialisasi ke dokter tentang epilepsi juga penting untuk menghindari misdiagnosis ini. Jika ditemukan kasus epilepsi yang sulit diobati, dokter harus merujuknya ke dokter spesialis. Hal ini penting karena jika epilepsi didiagnosis lebih awal, pengobatan epilepsi juga dapat dimulai lebih awal dan dengan hasil yang lebih baik. Penderita epilepsi harus patuh dalam menjalani pengobatan dan perlu memahami bahwa pengobatan epilepsi bersifat jangka panjang.

Selain itu, penderita epilepsi disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur, dengan mengingat bahwa jika tidak ditangani, epilepsi dapat menyebabkan kerusakan otak yang lebih luas yang dapat menyebabkan penurunan fungsi otak.