Oleh: Dr. Elhant Rigel Alexander, Sp. A

Oleh: Dr. Elhant Rigel Alexander, Sp. A

Pada bulan Juni 2022 sebuah serial TV dari Korea Selatan berjudul “Extraordinary Attorney Woo” tayang perdana. Serial tv ini menceritakan seorang pengacara terpintar di Korea Selatan yang bekerja di sebuah firma hukum besar. Dia memiliki modal IQ tinggi, daya ingat yang luar biasa dan cara berpikir yang kreatif. Keterbatasannya adalah ia memiliki keterampilan sosial yang buruk dan terdiagnosa mengidap gangguan spektrum autisme.

Autisme mungkin terdengar tidak asing bagi kita, kadang timbul kecemasan pada diri orang tua: Apakah anak saya mengidap autisme? Bagaimana saya tahu kalau anak saya autis? Apa yang harus saya lakukan bila anak saya autis?

Autisme atau disebut juga gangguan spektrum autis merupakan kumpulan gangguan perkembangan yang ditandai oleh lemahnya interaksi sosial dan komunikasi, timbulnya perilaku berulang atau minat yang terbatas. Anak yang mengidap autisme biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi timbal balik, menunjukkan ekspresi yang tidak sesuai dengan keadaan yang ada, dan tidak memberi respon bila dipanggil atau diajak bicara. Anak juga biasanya tidak memiliki minat terhadap pertemanan. Perilaku anak bersifat stereotipik (terbatas) dan repetitif (berulang).

Beberapa faktor diduga saling berkaitan dalam timbulnya spektrum autisme. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor genetik, faktor imunologi, dan faktor risiko terkait kondisi kehamilan dan persalinan.

Ciri-ciri anak autisme biasanya mulai terlihat di antara usia 1-2 tahun, tetapi penting bagi orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda bahaya tertentu,antara lain:

  1. Tidak adanya babbling (ocehan), tidak menunjukkan, atau tidak menunjukkan ekspresi wajah yang wajar saat anak usia 12 bulan.
  2. Anak tidak mengeluarkan kata-kata berarti pada usia 16 bulan.
  3. Tidak ada kalimat yang terdiri dari kombinasi 2 kata pada usia 24 bulan
  4. Hilangnya kemampuan berbahasa atau kemampuan sosial di usia berapa pun.
  5. Anak tidak menoleh, atau lambar menoleh saat namanya dipanggil pada usia 6 bulan-1 tahun.

Saat usia 1-2 tahun atau pada usia berapapun anak ditemukan tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis anak untuk dilakukan skrining khusus autisme. Setelah anak didiagnosis autisme, akan dilakukan penanganan yang melibatkkan ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk juga keterlibatan orang tua. Semakin dini autisme ditangani, akan memberikan hasil yang lebi baik bagi perkembangan anak.