Dr. Jefry Hartanto, Sp. An

Masa persalinan adalah saat yang amat dinanti sebab kehadiran buah hati segera tiba.
Namun, ada satu hal yang menjadi kekuatiran seorang ibu yang menjalani melahirkan normal yaitu rasa sakit akibat kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, banyak wanita yang cenderung memilih untuk melahirkan secara operasi. Padahal, melahirkan normal adalah proses yang alami dan sangat disarankan dalam bidang kedokteran karena bayi yang dilahirkan secara normal telah ikut berjuang  sebelum bertemu dengan dunia luar. Bayi tersebut akan memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat. Sebenarnya, rasa sakit saat melahirkan normal juga bergantung pada beberapa faktor seperti pengalaman melahirkan, ukuran dan berat bayi, kondisi fisik dan mental ibu, dukungan suami dan keluarga, teknik melahirkan oleh pihak medis baik dokter maupun bidan. Jadi, penting bagi seorang ibu untuk mengetahui hal-hal mengenai persalinan. Dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini rasa sakit dapat diminimalkan sehingga para ibu tidak perlu kuatir akan nyeri saat persalinan.

Saat ini dengan bantuan dokter anestesi dapat dilakukan Painless Labour ( Persalinan Bebas Nyeri ), teknik yang biasa digunakan adalah ELA (Epidural Labour Analgesia) dan  ILA  (Intrathecal Labour Analgesia). Teknik ILA dilakukan oleh dokter anastesi dengan menyuntikkan obat ke dalam cairan di daerah saraf tulang belakang (ruang spinal) untuk menghilangkan rasa sakit. Penyuntikan obat dilakukan saat memasuki pembukaan 5 cm sehingga saat obat bekerja, nyeri saat kontraksi akan sangat berkurang. Ibu merasa lebih nyaman sehingga tetap bisa mengedan tanpa rasa nyeri.

Teknik ELA (Epidural Labour Analgesia) mengurangi rasa nyeri saat melahirkan dengan menyuntikkan obat ke rongga epidural (di bagian belakang ruang spinal) dengan menggunakan kateter. Kateter adalah selang sangat kecil yang dipasang di punggung bagian bawah sebagai tempat masuknya obat. Apabila efek obat habis tetapi proses persalinan belum selesai, obat dapat ditambahkan melalui kateter tersebut. Proses pembiusan membutuhkan waktu sekitar 10 menit dan efek obat terasa beberapa menit tergantung keperluan dan jenis obat yang digunakan. Lebih dari 90% ibu yang mendapatkan teknik ELA tidak merasakan nyeri.

Teknik ILA dan ELA prinsipnya sama, hanya ILA penanganan nyerinya terbatas hingga bayi lahir. Dosis yang diberikan pada ILA lebih sedikit dari ELA. Baik ILA maupun ELA umumnya aman bagi ibu dan janin serta sangat efektif untuk meminimalkan nyeri saat persalinan. Ibu tetap bisa menyusui bayinya. Biaya yang digunakan juga lebih murah dibandingkan operasi sesar. Namun untuk menggunakan ILA ataupun ELA, ada kondisi yang harus dipastikan yaitu kondisi bayi normal, bukan bekas operasi dan bayi bisa dilahirkan melalui jalan normal. Dokter kandungan akan bekerjasama dengan dokter anestesi untuk menentukan teknik yang terbaik buat pasien. Bila ada keraguan misalnya bayi besar, posisi kepala masih tinggi, belum masuk ke daerah panggul, panggul ibu yang kecil atau asimetris, maka persalinan tidak dapat menggunakan teknik anestesi ini. Untuk menentukan teknik mana yang cocok dalam mengurangi rasa nyeri selama persalinan tanpa membahayakan ibu dan bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.